23 Oktober 2011

Tahun II - No. 43

 

"SEBAGAIMANA BAPA MENGUTUS AKU,
DEMIKIAN PULA AKU MENGUTUS KAMU (Yoh.20:21)"
Hari Minggu Evangelisasi atau Minggu Misi

Saudara-saudariku terkasih, kita umat paroki Sanmare boleh ikut merasakan kebahagiaan bersama saudara-saudara kita para imam tarekat Misionaris Xaverian (pastor-pastor SX) karena pada hari Minggu, 23 Oktober 2011 ini, pendiri mereka yaitu Mgr. Guido Maria Conforti, dikanonisasi menjadi Santo oleh Paus Benedictus XVI di Roma. Santo Guido Conforti telah menjadi kudus di hadapan Allah dan Gereja yang kudus karena teladan hidupnya melaksanakan amanat Yesus Kristus: "sebagaimana Bapa mengutus Aku, demikian pula Aku mengutus kamu".

Inspirasi dan cita-cita hidupnya agar semua orang mengenal Kristus dan Injilnya telah membawa begitu banyak orang rela meninggalkan cara hidup dan tempatnya untuk pergi ke seluruh dunia mewartakan Kabar Sukacita dari Allah. Walaupun Santo Guido Conforti sendiri tidak dapat mewujudkan cita-citanya itu karena kesehatannya, tetapi semangat serta cita-citanya itu menjadi teladan bagi semua orang. Ia telah mencontoh semangat St. Fransiskus Xaverius yang tanpa lelah mewartakan Injil sampai ke negara kita. Kita bergembira bukan karena jasa-jasa para Pastor Xaverian yang merintis Sanmare menjadi sebuah paroki saja, melainkan juga karena dari semangat St. Guido Conforti ini pembangunan hidup beriman di negara kita dikokohkan.
Pada hari minggu Evangelisasi ini, Gereja mengajak kita semua utusan-utusan yang mewartakan Kristus dan InjilNya. Dia telah mengutus kita untuk mewartakan kebaikan Allah kepada manusia. Ketika Yesus membentuk kelompok para murid, Ia tidak hanya membangun kelompok itu demi kepentinganNya. Justru Yesus mengutus murid-murid-Nya itu untuk pergi, tidak hanya berpuas diri dengan kesucian pribadi mereka karena dekat dengan Allah.

Bagi Yesus, Gereja saat ini tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi Gereja haruslah misioner. Gereja yang bersifat misioner ini dituntun oleh Roh Allah agar Gereja semakin meluas dan berkembang ke seluruh dunia. Yesus telah memberikan teladanNya kepada para murid, "Ia berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang sakit, cacat, bisu dan tuli" (lih. Kis 10:38).

St. Guido Conforti tidak sendirian. Para murid dan orang kudus lainnya telah memulai apa yang diajarkan Yesus kepada mereka. Dengan semangat evangelisasi, pembaharuan hidup terus diperjuangkan dan kebenaran serta kasih Allah terus diperkenalkan agar dunia ini penuh dengan kasih yang berasal dari Allah sendiri.

Kita sebagai warga Gereja, hendaknya meneruskan semangat St. Guido ini agar pembaharuan hidup itu terus-menerus terjadi. Maka kita pun berani menjadi utusan untuk meneruskan karya-karya Kristus. Sekarang tugas kitalah menjadi utusan. Mari kita membangun kehidupan yang dijiwai kasih dan semangat pengorbanan bagi dan demi Kerajaan Allah di dunia ini. Selamat hari Minggu.

Yus Noron, Pr
St. Maria Regina, Bintaro Jaya